Cara Menyimpan Cabai agar Tidak Cepat Keriput atau Berjamur

Cabai sering dibeli sekaligus banyak, lalu beberapa hari kemudian ada yang lunak, keriput, atau berjamur di bagian tangkainya. Cara menyimpan cabai yang lebih rapi dimulai dari memilah kondisi awal, mengendalikan kelembapan dalam kemasan, dan memisahkan stok untuk segera dipakai dari stok yang akan dibekukan.

Tujuannya bukan membuat cabai segar selamanya. Penyimpanan yang baik membantu memperlambat penurunan kualitas, sementara pemeriksaan rutin mencegah satu cabai rusak terlupakan di antara yang lain.

Langkah menyimpan cabai segar di kulkas

  1. Pilih dan pilah. Pisahkan cabai yang keras dan utuh dari yang sudah memar, lembek, berlendir, atau menunjukkan jamur. Gunakan lebih dulu yang kondisinya menurun tetapi masih layak; buang yang sudah berjamur atau busuk.
  2. Pastikan permukaan tidak basah saat dikemas. Bila cabai dicuci sebelum disimpan, keringkan benar-benar dengan kain atau tisu bersih. Cara yang lebih mudah untuk stok harian adalah menyimpannya utuh dalam kondisi kering, lalu mencucinya di bawah air mengalir sebelum dipakai.
  3. Gunakan kemasan yang tidak memerangkap air berlebih. Masukkan cabai utuh ke wadah bersih dengan sirkulasi terbatas atau kantong berlubang kecil. Kertas penyerap yang bersih boleh ditambahkan jika mudah muncul embun; ganti bila basah. University of Minnesota Extension mengingatkan bahwa kantong plastik tanpa lubang dapat menghasilkan kondensasi yang mendukung pertumbuhan jamur atau bakteri.
  4. Taruh di laci sayur kulkas. Jauhkan dari daging mentah dan cairannya. Michigan State University Extension menyarankan penyimpanan cabai di kulkas dan pemisahan dari bahan mentah hewani.
  5. Cek setiap beberapa hari. Buang cabai yang mulai berjamur, lap kondensasi pada wadah, dan pindahkan cabai yang masih baik ke kemasan bersih bila perlu.

Pada penyimpanan terkendali, UC Davis menjelaskan bahwa suhu yang terlalu hangat mempercepat kehilangan air dan membuat cabai keriput. Kulkas rumah berbeda dari ruang penyimpanan komersial, jadi gunakan kondisi cabai sebagai penentu dan jangan mengandalkan satu angka umur simpan untuk semua varietas.

Kapan lebih baik dibekukan?

Jika membeli cabai lebih banyak daripada yang akan dipakai dalam waktu dekat, sisihkan bagian yang masih bagus untuk freezer. Cuci di bawah air mengalir, keringkan menyeluruh, buang bagian yang rusak, lalu simpan utuh atau potong sesuai kebutuhan dalam kantong atau wadah khusus freezer. Bagi per porsi agar mudah diambil tanpa sering membuka semua stok. Panduan penyimpanan cabai dari Michigan State University Extension memuat cara pengawetan untuk stok yang lebih panjang.

Cabai beku biasanya lebih lunak setelah dicairkan. Karena itu, langsung masukkan ke tumisan, sambal matang, atau kuah. Untuk lalapan yang mengandalkan tekstur renyah, pilih cabai segar.

Jangan lakukan tiga hal ini

  • Menyimpan cabai basah rapat-rapat. Kondensasi mengumpul dan membuat stok lebih mudah rusak.
  • Mencampur cabai busuk dengan yang sehat. Periksa dan keluarkan yang bermasalah sebelum mengemas.
  • Menganggap kulkas membuat cabai berjamur kembali aman. USDA menyarankan bahan pangan lunak yang berjamur dibuang; untuk cabai kecil, jangan hanya memotong titik jamurnya lalu memakai sisanya.

FAQ

Perlukah tangkai cabai dicabut sebelum masuk kulkas?
Tidak perlu untuk penyimpanan cabai utuh. Cabai yang terluka di dekat tangkai lebih mudah kehilangan kualitas; periksa bagian itu saat memilah.

Bolehkah mencuci cabai sebelum disimpan?
Boleh, asalkan kemudian dikeringkan betul. Jika tidak sempat mengeringkan, cuci sesaat sebelum digunakan dengan air mengalir, tanpa sabun.

Berapa lama cabai bertahan di kulkas?
Bergantung pada kesegaran awal, varietas, suhu, dan kelembapan kulkas. Periksa kondisinya berkala; jangan memakai batas hari sebagai pengganti pemeriksaan jamur atau pembusukan.

Cara sederhana yang paling mudah diulang: pilah saat pulang belanja, simpan cabai utuh dan kering di laci sayur, periksa kemasannya, lalu bekukan kelebihan stok sebelum kualitasnya turun.

Back to blog